about Life, Vie, Vita, Liv, Lefen, 生活,ζωή
"Hidup memang tidak pernah adil bagi orang-orang yang terus dihadang
kesulitan. Tidak adil memang, karena beberapa orang tampak sangat
beruntung dan terus bahagia sedangkan sebagian lain harus terus bekerja
keras tanpa hasil yang jelas sampai akhirnya mereka mati dalam
penderitaan. Padahal beberapa teori mengatakan kalau hidup itu ilusi.
Lantas, apa yang dikejar manusia sebenarnya? Mereka berusaha mati-matian
cuma demi ilusi?"
Menulis dan ngegambar adalah cara saya buat melampiaskan emosi, saya nggak punya banyak teman buat cerita. Kalo saya membagi pemikiran saya yang complicating ke keluarga saya, mereka selalu kelihatan cemas, siapa tahu gitu saya punya gangguan kejiwaan. Saya tahu dan sadar kalo hobi, selera, gambar dan tulisan saya juga aneh, aneh berarti berbeda, karena saya juga sedikit berbeda...
Emosi saya sebenernya meledak-ledak biarpun dari luar kelihatan tenang, saya bukan orang yang pintar dalam hal apapun, termasuk menunjukkan emosi. Nggak ada yang bisa dibanggakan dari saya, tapi saya nggak mengeluhkan itu, karena paling nggak saya sadar diri.
Waktu saya nulis Life, Vie, Vita, Liv, Lefen, 生活,ζωή, sama sekali ngga ada plot yang tergambar di kepala saya, yang ada cuma emosi, emosi, emosi dan emosi. Saya nggak tahu emosi akan apa, mungkin karena melihat kehidupan. Ya, menurut saya kehidupan itu membosankan, sangat membosankan. Saya nggak pernah bener-bener ngerasa bahagia. Saya nggak mengeluh pada keadaan atau apapun, yang saya keluhkan adalah diri saya sendiri. Saya memang sangat membingungkan. Saya seringkali bingung, apasih yang saya kejar setiap harinya? Uang? Kebahagiaan? Saya nggak tahu, saya nggak tertarik sama dua-duanya. Saya juga nggak merasa hidup sekarang ini. Tapi itu bukan berarti saya putus asa dan pingin mati. Saya masih penasaran akan banyak hal. Kehidupan memang ngga jelas, tapi mati juga sama ngga jelasnya.
Kalo dalam fanfiction saya, Hinata sama sekali nggak mengeluhkan hidup yang membosankan, tapi Sasuke iya, karena saya pikir bakal sinetron sekali kalo Hinata terus ngeluhin kehidupannya. Dan saya benci itu. Saya memang ngga ngejelasin secara spesifik di fanfic saya kalo Sasuke punya kehidupan yang sempurna, toh semua orang tahu Sasuke selalu ganteng dan tajir, itu udah kayak pengetahuan umum dan pasaran, nah, tapi dia masih mengeluh, itu terjadi pada banyak orang. Karena ngga ada orang yang betul-betul punya kehidupan sempurna, semua orang sama, hidup untuk mengejar kebahagiaan. Mungkin saya nggak begitu, saya hidup untuk mengejar kebahagiaan orang lain dan harga diri. Saya paling benci kalau harga diri seseorang direndahkan. Makanya saya cuma merasa sayang pada diri saya sendiri waktu harga diri saya dilukai orang lain. Pada waktu itulah saya merasa "pingin hidup untuk membuktikan kalo saya nggak seperti itu", tapi bukan berarti saya minta kalian melukai harga diri saya untuk motifasi. LOL.
Kembali ke fanfiction, sebenernya saya nggak suka pake bahasa asing untuk judul cuma supaya kelihatan keren, bah, keren apanya toh saya juga nge-google translate. Biasa saya pake judul bahasa aneh-aneh kalo perlu banget, perlu banget di sini dalam artian ga nemu judul yang pas dalam bahasa inggris atau bahasa tercinta, Indonesia.Tapi saya pikir unik juga kalo kata "hidup" dalam berbagai bahasa dijadiin judul. Tapi bukan cuma sekedar mau unik, maknanya ada.... jadi maksud saya, kebahagiaan, kesedihan, penderitaan, keberuntungan, cinta, nafsu, nikmat, benci, sakit hati dan sebagainya itu adalah hidup, semua manusia yang belum mati itu hidup, siapapun itu dimanapun itu kalo hidup pasti ngalamin banyak hal.... manusia dimana pun sama dan sangat menarik....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar